Beberapa Fakta Yang Tak Terbantahkan Terkait Kasus Pembunuhan Kopi Vietnam Mengandung Sianida

Posted by Menginspirasi Bersama on 8:13:00 PM



Kasus Wayan Mirna Meninggal dalam keadaan kejang-kejang saat meminum kopi Vietnamens di Restoran Olivia, West Mall, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Diduga Mirna Salihin (28) menjadi korban salah target akibat racun pada kopi yang ditenggaknya. Hingga kini kasusnya masih diperiksa pihak kepolisian.
Namun Dugaan tersebut bukanlah sekedar dugaan. Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri telah selesai memeriksa sampel kopi ala Vietnam yang diminum Wayan Mirna.
“Dari hasil sampel yang dikirim ke Labfor, ditemukan kandungan sianida sebanyak 15 gram,” kata Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri Brigadir Jenderal Alex Mandalika sebagaimana dilansir Tempo.
Sebagai perbandingan, 90 miligram sianida bisa menyebabkan kematian pada orang dengan berat badan 60 kilogram. Sekitar 90 miligram, jika dalam bentuk cairan, dibutuhkan 3-4 tetes saja. Sedangkan 15 gram, sekitar satu sendok teh. “Bayangkan saja, banyakan mana 90 miligram dengan 15 gram,” katanya.
Polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang terpasang didalam Oliviera Cafe, Mall Grand Indonesia, Jakarta. Namun rekaman CCTV ini tak banyak memberi petunjuk tentang kematian Mirna.
Selain pengumpulan bukti di TKP, pihak kepolisian juga melakukan interogasi terhadap orang-orang yang ketika kejadian berada di sekitar Wayan Mirna serta juga keluarga dari korban. Termasuk mendatangkan 3 ahli psikiatri forensik untuk hipnotis Jessica dan mendatangkan Polisi Australia untuk ikut mengusut kasus ini. Sampai mengerahkan tukang sampah untuk mencari celana Jessica, sungguh Kombes Krishna Muri tidak main - main!
Berikut ini 7 Fakta Yang tak terbantahkan dan memberatkan Jessica:

1. Jessica memesan sendiri minuman untuk dua temannya. Sebelum minuman yang dipesan itu dibuat, dia ingin langsung membayar. Padahal prosedur di tiap kafe tidak demikian. Saat sudah selesai aktifitas, baru seluruh tagihan dibayarkan. Namun Jessica keluar dari ‘aturan main’.  Jessica mengatakan dia ingin mentraktir temannya dan membuat surprise.
 
2. Tempat duduk yang luas tidak dimanfaatkan Jessica untuk menaruh barang belanjaannya di sofa. Justru Jessica menaruh ‘shopping bag’-nya itu di atas meja dan menutupi gelas dari ‘mata’ CCTV.



3. Jessica mengatur dan menyetting setiap gelas minuman. Bahkan tempat duduk bagi Hany dan Mirna sudah disiapkannya. Selain itu, saat kedua temannya tiba, Jessica sudah memposisikan diri di bagian pinggir. Mau tak mau Mirna yang datang belakangan harus duduk di bagian tengah.

4. Saat Mirna menenggak minumannya sekali dan langsung kejang-kejang, Hany langsung panik. Namun berbeda dengan Jessica. Seluruh saksi mulai dari pramusaji hingga manager berani bersumpah jika Jessica tak menunjukkan tanda-tanda wajah khawatir dan bingung. Sebaliknya, dia sangat tenang dan masih saja duduk. Bahkan ketika para pegawai Oliviera hendak menolongnya, Jessica tak bergeming. “Kami mau lewat harus minta izin dulu sama Bu Jessica. ‘Permisi bu, kami mau menolong Ibu Mirna’, baru deh Bu Jessica mempersilakan,” ujar manager Oliviera.

5. Aksi Jessica langsung menuduh jika minuman itu diberi racun. Manager Kafe yang menjadi saksi langsung mengamankan minuman tersebut. Sampai polisi datang dia menyerahkan sampel minuman tersebut kepada pihak berwajib. ‘Padahal yang ada dipikiran para karyawan apakah Bu Mirna ada penyakit ayan atau apa saja. Tapi Bu Jessica malah mengarah ke minuman”, ujar manager Oliviera.

6. Sebelum pertemuan diketahui lewat percakapan di WhatsApp, Jessica menanyakan apakah di Oliver Cafe ada Dokter Umum.

7.  Jessica menyuruh pembantunya membuang celana panjang setelah membawa Mirna ke Klinik

8. Reza Indragiri Amriel sebagai master psikologi forensik pertama di Indonesia secara terang-terangan menyebut Jessica Kumawa Wongso (27) bukan pelaku pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27)

Nah loh? Bagaimana menurut pembaca? Kira - kira siapa pelakunya?



Sumber / Reference :: http://www.beritateratas.com/

Nama Anda
New Johny WussUpdated: 8:13:00 PM

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Privacy Policy

CB